fedora 45

Fedora 45 : Versi Baru Rasa Lama

Kemarin, 3 November 2026, Fedora 45 dirilis juga. Mundur 12 hari dari rencana semula untuk meluncurkannya pada tanggal 20 Oktober 2026. Apa saja yang baru? Relatif tak ada hal baru yang kasat mata. Pengguna versi sebelumnya, Fedora 44, takkan melihat ada perubahan fisik pada tampilan Fedora 45. Meski begitu, di baliknya tampilannya tentu saja ada yang baru. Gnome desktop environment di-upgrade ke versi terbaru : 51.0.

Tampilan awal desktop yang terpampang masih khas Gnome : layar kosong (plus background) dengan Taskbar atau Panel di bagian atas layar. Kalau tombol Activities di pojok kiri layar di-klik (atau pencet tombol Windows, pada keyboard ex-Windows), barulah akan muncul Favorites Bar (Dock) berisi shortcut ke Aplikasi yang di-pin atau di-favorit-kan. Di sisi paling kanan Favorites Bar, terdapat icon dadu bertitik-sembilan yang kalau diklik akan mengantar kita ke halaman bersisi seluruh aplikasi yang terinstall.

Tampilan Gnome muncul karena yang penulis gunakan adalah Fedora Workstation, yang default desktop environment-nya adalah Gnome. Fedora juga merilis Fedora KDE Plasma Desktop, yang menggunakan desktop environment KDE Plasma.

Kernel Linux yang dipakai Fedora 45 juga ditingkatkan menjadi versi 7.2. Untuk urusan kernel, Fedora 45 kalah dari Ubuntu 26.10 yang sudah memakai kernel versi  7.3. Tapi mungkin urusan kernel tak terlalu penting karena Debian terbaru pun, Debian 13.7 (Trixie), lebih memilih untuk memakai kernel yang jauh lebih tua : versi 6.12.

Soal spesifikasi komputer yang layak dipasangi OS Linux ini, Fedora 45 tidak neko-neko seperti Ubuntu 26.10 yang mensyaratkan RAM 6GB. Persyaratan minimum Fedora 45  hanya komputer dual-core dengan speed 2 GHz, RAM 4GB, dan space hard disk 15 GB. Tapi kalau mau lebih sip, disarankan untuk menginstalnya pada komputer quad-core 2 GHz, Ram 8GB, dan space hard disk 20 GB. (Simak release notes-nya : Changes in Fedora 45 For Desktop Users)

Konsumsi Memori Mirip Debian dan Linux Mint

Fedora 45 terbilang tak boros memori atau RAM. Pada saat desktop terbuka, memori yang terpakai hanya sekitar 1,5 GB. Ketika mulai menjalan aplikasi, browser misalnya, penggunaan memori melejit ke 2 GB lebih sedikit. Ketika memutar video di Youtube, konsumsi memori melonjak menjadi 2.6 GB. Penggunaan memori ini terbilang normal : tak beda dengan OS Linux lainnya seperti Debian 13.7, Linux Mint 22.3, Ubuntu 26.10, atau pun Zorin OS 18.

Memoles Tampilan Fedora 45 Workstation

Kalau tak suka pada tampilan asli Fedora 45, seperti yang terlihat pada 2 gambar hitam di awal, Anda bisa mengubahnya dengan amat mudah. Cara paling simpel adalah dengan menggunakan 2 extension yang populer : Dash to Panel dan ArcMenu. Dash to Panel berfungsi untuk menggantikan Top Bar dengan Panel atau Taskbar yang mengambil tempat di bawah layar. ArcMenu menghadirkan puluhan pilihan tampilan menu atau Start Menu yang meniru atau mirip-mirip dengan banyak Start Menu : Window 10, Windows 11, Linux Mint, Plasma, dan banyak lagi lainnya. Silakan ikuti panduan berikut jika ingin memoles tamplin Gnome : Memoles Tampilan Gnome menjadi Windows 11.

Dual Boot Fedora 45 dengan OS Lain

Sama dengan Fedora 44, men-dual-boot-kan (atau triple-boot) Fedora 45 masih menyisakan persoalan tak enteng. Meski menggunakan Grub, sama seperti Ubuntu, Debian, dan Linux Mint, Grub yang dipakainya adalah versi tersendiri. Kalau Anda, misalnya, mem-dual-boot-kan Ubuntu dan Debian, Grub menu akan otomatis memunculkan OS yang ada. Sedangkan pada Fedora 45, Grub milik Fedora hanya menampilkan OS lain, tapi tidak dirinya sendiri. Alias setelah sukses menginstall Fedora 45, Anda sama sekali tak bisa mengakses Fedora 45.

Kalau Anda bertanya pada chat bot, Gemini misalnya, jawaban memang diberikan. Tapi tak ada yang sukses. Solusi final yang akhirnya sering diberikan adalah dengan menggunakan rEFInd, software boot management yang akan men-scan semua OS yang ada di komputer, baik di hard disk maupun di bios EFI/UEFI. Dan benar saja, setelah diinstall dan komputer direstart, rEFInd memang muncul dan menghadirkan Fedora 45. Sayangnya, banyak OS lain yang pernah dipasang, tapi kemudian dihapus, ikut bermunculan. Walhasil, boot menu jadi tak enak dipandang dan punya banyak shortcut yang sudah mati.

rEFInd boot manager
rEFInd boot manager

So, boleh jadi Fedora 45 –dan juga Pop!_OS— lebih cocok untuk hadir sendirian di PC atau laptop Anda. ***