linux mint 27

Linux Mint 27 “Adrien” Siap Meluncur Akhir Desember 2026

Pengembang Linux Mint sudah memutuskan akan merilis Linux Mint versi terbaru di musim libur Natal atau akhir Desember 2026. Diluncurkan dengan code name “Adrien”, Linux Mint terbaru ini akan diberi nomor 27, alias keluar dari tradisi penomoran yang sekarang, semisal Linux Mint 22.1 dan Linux Mint 22.3. Angka 27 pun bukan merupakan lompatan dari angka 22, tapi nama ringkas dari tahun 2027. Angka tahun akan terus dipakai di masa selanjutnya, sebagai simbol bagi strategi baru Linux Mint yang akan merilis versi baru setahun sekali, dari semula setahun 2 kali.

Peluncuran Linux Mint 27

Linux Mint 27 akan hadir berbasiskan Ubuntu terbaru atau Ubuntu 26.04. Dan seperti biasa, Linux Mint akan hadir dengan 3 versi desktop environment : Cinnamon, Mate, dan Xfce. Soal system requirement, atau konfigurasi komputer macam apa yang dibutuhkan untuk bisa menginstall Linux Mint dengan mulus, pengembang Linux Mint masih belum buka suara. Yang pasti, para pengguna Linux Mint berharap system requirement-nya tidak ‘sesombong” Ubuntu 26.04 yang mensyaratkan minimal RAM 6 GB. Linux Mint 22.3 hanya mensyaratkan minimal RAM 2GB dan merekomendasikan RAM 4GB. Beberapa varian Ubuntu yang sudah menggunakan Ubuntu 26.04, kecuali Kubuntu, hanya mensyaratkan RAM 2GB ke bawah.

Soal penggunaan code name “Adrien”, itu karena Linux Mint akan mulai menggunakan nama “laki-laki”. Tradisi menggunakan nama perempuan, tulis Linux Mint dalam artikel blog terbarunya, sudah berakhir. Ketika pertama dirilis pada 2006, Linux Mint menggunakan code name “Ada” dan versi terakhir, Linux Mint 22.3, memakai code nama Zena. Alias sudah dari A sampai Z. Karenanya, mulai Linux Mint 27, code name-nya akan berganti menggunakan nama laki-laki dan “Adrien” jadi pilihan.

Tentang alasan perubahan periode rilis, dari setahun 2 kali menjadi setahun sekali, pengembang Linux Mint menyebut waktu yang lebih panjang membuat pengembangan Linux Mint jadi lebih leluasa, atau jadi tidak terburu-buru. Dengan begitu mereka jadi bisa membuat Linux Mint 27 menjadi sistem operasi yang lebih solid, selain jadi punya waktu untuk membuat fitur-fitur baru dan menghilangkan berbagai bugs yang ditemukan.

Mengapa tidak disebut Linux Mint 2026 karena dirilis tahun 2026? Karena Linux Mint versi terbaru menggunakan angkat tersebut sebagai masa edar-nya, yakni pada sebagian teramat besar tahun 2027. Adapun masa berlaku sang OS masih tetap sama, yakni long time support (LTS), alias hingga 4 tahun ke depan. Linux Mint 22.3 yang sekarang pun, yang dirilis pada Januari 2026, masa berlakunya, dan periode support-nya, baru akan berakhir tahun 2029. Dengan kata lain, andai pada akhir tahun Anda tidak meng-upgrade Linux Mint ke versi 27, Linux Mint Anda akan aman dan nyaman hingga akhir 2029.

linux min x11

Fitur Baru Linux Mint 

Sejumlah fitur dan software baru akan dihadirkan pada Linux Mint 27. Fitur penting yang ditunggu adalah jadi-tidaknya Linux Mint beralih ke desktop server Wayland, untuk menggantikan X11, yang konon dirasa sudah jadul. Linux Mint 22.3 masih menggunakan X11, tapi sudah menghadirkan Wayland sebagai opsi eksperimental. Fitur lain yang juga ditunggu-tunggu adalah Cinnamon versi terbaru, desktop environment atau tampilan desktop yang dipakai pengguna Linux Mint. Jika Wayland bekerja di belakang layar, Cinnamon jadi hal yang hadir di depan mata pengguna Linux Mint, alias graphical user interface yang dipakai sehari-hari.

Sejumlah software baru juga akan dihadirkan. Tapi bagi banyak orang software baru tersebut lebih tergolong sebagai aksesoris. Beberapa di antaranya adalah Alarm, Calendar, dan Book Reader. Alarm –disebut juga Clock– hadir terinspirasi oleh Alarm yang ada di Android. Calendar diniatkan menggantikan Gnome Calendar yang sekarang dipakai Linux Mint 22.3. Book Reader merupakan aplikasi baru untuk membaca ebook dan epub, yang terinspirasi oleh Kindle dan Kobo. 

So, silakan tunggu kehadiran Linux Mint 27 di akhir tahun. Semoga Linux Mint Debian Edition (LMDE), yang berbasis OS Debian, juga segera hadir. ***

 

Info Terkait

  • Memoles Tampilan Gnome jadi Windows 11

    Bingung, tak suka, atau bosan dengan tampilan Gnome di layar komputer Anda? Anda tak sendirian. Gnome tak lain adalah desktop environment yang dipakai banyak distro Linux, semisal Ubuntu, Fedora, dan…

  • Menyiasati Keterbatasan Menu Zorin OS

    Zorin OS terbilang distro Linux yang populer. Seperti Linux Mint, Zorin OS merupakan turunan dari Ubuntu. Dan seperti Linux Mint pula, sistem operasi (OS) Linux yang satu ini terbilang “ready…

  • Cara Gampang Menyulap Linux Mint jadi Windows 11

    Tidak dipungkiri kalau Windows 11 punya tampilan lebih menarik dari Windows sebelumnya. Juga lebih menarik dari tampilan desktop Linux pada umumnya. Karenanya wajar-wajar saja kalau banyak pengguna Linux ingin mengubah…

  • Install Linux Mint sebagai Pendamping Windows 10

    Siap beralih ke Linux, tapi belum yakin 100 persen untuk meninggalkan Windows 10? Tak masalah. Gunakan saja keduanya secara bersamaan. Transisi memang perlu waktu. Lagipula tak ada salahnya kalau Anda…

  • Android Akhirnya Benar-benar Tumbangkan Windows

    Android, sebagai sistem operasi (OS), akhirnya benar-benar berhasil tumbangkan Windows. Android secara resmi sudah dipastikan benar-benar menyalip popularitas OS Windows di seluruh dunia. Dengan catatan: Android unggul dari Windows dalam…

  • Lupakan Windows, Pindah ke Linux

    Bosan dengan kemunculan warning dari Microsoft untuk meng-upgrade Windows 10 ke Windows 11? Kalau memang PC atau laptop Windows 10 Anda memang bisa diupgrade ke Windows 11, ya silakan lakukan….