Debian Xfce tak lebih ringan dari Debian Mate. Begitu juga Linux Mint. Linux Mint Xfce tak lebih enteng dari Linux Mint Mate. Keempat sistem operasi Linux ini yang diperbandingkan. Tapi karena space judul terbatas, hanya Debian Xfce dan seterunya yang ditulis. Kalau mau ditulis lengkap, judul tulisan ini adalah “Debian Xfce dan Linux Mint Xfce Tak Lebih Ringan dari Debian Mate dan Linux Mint Mate”.
Xfce dan Mate tak lain adalah desktop environment (DE) atau graphical user interface yang digunakan oleh kedua sistem operasi Linux : Debian dan Linux Mint. Keduanya sama-sama disebut light-weight desktop environment, alias desktop yang enteng dan cocok untuk komputer jadul. Keduanya biasa dijalankan pada komputer dengan prosesor kelas bawah dan RAM tak lebih dari 2 GB.
Asumsi yang ada, Xfce lebih ringan dari Mate. PC atau laptop yang menggunakan Xfce bisa lari lebih kencang dari yang yang memakai Mate. Setelah dicoba pada laptop HP Notebook 14-d010AU (F7P71) –prosesor AMD E1-2100 (2 core) dan memori 2 GB, produksi 2014– asumsi tadi terbukti tak sepenuhnya benar. Penggunaan memori awal, atau ketika baru selesai booting, memang terbilang menjanjikan. Debian Xfce mengkonsumsi RAM 793 MB. Linux Mint Mate lebih kecil lagi : hanya 581 MB. Pada uji coba sebelumnya di laptop yang sama, Debian Mate menelan memori awal sebesar 658 MB dan Linux Mint Mate sebanyak 673 MB (Baca : Debian Mate vs Linux Mint Mate : Yang Satu Lebih Oke). Boleh dibilang perbedaannya tak terlalu signifikan.
Setelah mulai menjalankan aplikasi, baru terasa kalau Xfce tidak lebih ringan dari Mate. Debian Xfce dan Linux Mint Xfce terasa lebih berat dari Debian Mate dan Linux Mint Mate. Ketika dipakai browsing, baru membuka 3 atau 4 tab saja sudah terasa berat saat berpindah dari satu tab ke tab lain. Ketika membuka Youtube, konsumsi RAM Debian Mate melonjak jadi 1,5 GB, sementara Linux Mint Xfce jauh lebih kecil : 1,1 GB. Prosesor bekerja hingga 100 persen saat baru mulai memutar video musik. Lonjakan penggunaan prosesor ini juga terjadi saat menggunakan aplikasi lain, semisal LibreOffice dan GIMP. Tapi pada GIMP, konsumsi prosesor dengan cepat menurun.
Fakta lain : Debian Xfce tak kuat memutar video 480 di Youtube, sementara Linux Mint Xfce lancar-lancar saja. Pada Debian Mate dan Linux Mint Mate, video 720 pun masih bisa diputar dengan santai : tanpa patah-patah.
Spesifikasi kedua Linux tidak jauh berbeda. Keduanya masih memakai Linux kernel 6.1x (kernel terbaru sudah menginjak versi 7.3x. Debian Xfce memakai versi 6.12. Linux Mint Xfce menggunakan kernel 6.14. Pada Debian Mate, kernel yang dipakai juga versi 6.12. Sementara Linux Mint Mate sudah pakai versi yang lebih baru : 7.0. Adapun display server yang digunakan keduanya sama : X11. Masih belum menggunakan Wayland.
Debian Xfce menggunakan Synaptic, atau Synaptic Package Manager, untuk mengelola gudang software-nya. Synaptic terbilang package manager yang jadul. Tampilannya seperti full-text database. Pada Debian Mate, Synaptic juga dipakai, tapi Debian menyertainya dengan Gnome Software Manager yang menggunakan antar muka grafis dan terlihat jauh lebih modern. Terserah pengguna komputer mau pakai yang mana.
Linux Mint Xfce setia dengan package manager buatan sendiri : Software Manager. Mirip Gnome Software Manager, Software Manager juga dipakai Linux Mint Mate dan Linux Mint Cinnamon. Tak hanya menghadirkan software berbasis Debian (.deb), Linux Mint Xfce juga membawa serta koleksi Flatpak dari Flathub.
Tampilan desktop Debian Xfce terlihat berbeda dari Linux Mint Xfce. Desktop yang pertama dilihat pengguna pada Debian Xfce adalah desktop yang mirip Gnome atau Mac. Taskbar di atas, dengan Start Menu di pojok kiri dan kalender serta tools lain di belahan kanan. Yang membuatnya mirip Gnome adalah hadirnya Dock di bagian bawah, yang berisi shortcut ke berbagai aplikasi favorit (pada gambar di bawah, Taskbar dan Dock sudah tukar tempat). Sedangkan Linux Mint Xfce hanya menghadirkan Taskbar di bagian bawah : Start Menu di pojok kiri, serta kalender di pojok kanan.
Kalau Anda suka gaya Windows klasik, Taskbar di bawah layar Linux Mint Xfce tentu tidak jadi masalah : terasa normal bagi banyak pengguna sistem operasi Windows (terutama Windows XP, Windows 98, dan Windows-windows sebelumnya). Bagaimana mengubahnya jadi lebih modern. semisal tampil ala Windows 11? Masih belum ketemu caranya. Tapi kalau mau tentu bisa mencontek Taskbar dan Dock Debian Xfce yang konon lebih modern dan bergaya Mac-nya Apple. Debian Xfce menghadirkan tampilan seperti itu dengan menggunakan dua taskbar, dengan salah satunya menggunakan gaya Dock.
Mengubah tampilan Taskbar pada Debian Xfce dan Linux Mint Xfce tak sulit. Sudah tersedia tools-nya. Klik kanan saja area kosong di Taskbar, dan di bagian bawah akan muncul opsi Panel. Klik Panel dan akan muncul Panel Preferences. Pada halaman Panel Preferences inilah segala tampilan Taskbar (atau Panel) di atur. Untuk memindahkan Taskbar ke atas atau ke bawah layar, cukup klik opsi Unlock Panel, maka pada sisi paling kiri Taskbar akan muncul ikon kecil berupa titik-titik. Kalau ikon itu di-klik, tahan, dan diseret, Anda bisa memindahkan taskbar ke bagian atas layar, atau sebaliknya. Kalau ingin memindahkan dari kiri ke kanan, ubah dulu Mode panel-nya, dari Horizontal ke Vertikal, lalu klik Unlock Panel, dan geser seperti cara tadi. Kalau sudah beres, Lock lagi panelnya.
Kalau ingin menambah panel, klik saja tombol Plus yang ada di sebelah kanan pilihan Panel. Kalau Panel barunya ingin tampil seperti Dock, gunakan saja icon ukuran besar, semisal 48. Lalu pada bagian measurement, setel lebar Dock yang diinginkan. Kalau ingin memberi warna pada Taskbar dan Dock, silakan pindah ke Tab Appearance dan atur warna sesuka hati.
Dock ini diisi dengan memfavoritkan software yang ada. Silakan buka menu dan favorit-kan software, dan software itu akan muncul di Dock.
So, kalau berpikir Xfce lebih sip dipasang di komputer jadul, silakan di pertimbangkan lagi. Xfce ternyata tak lebih ringan dari Mate. Mungkin lebih baik menggunakan Debian Mate atau Linux Mint Mate pada komputer jadul, ketimbang menginstall Debian Xfce dan Linux Mint Xfce. Selain tampilannya lebih oke, komputer juga bisa berjalan dengan santai. Tapi kalau tetap ingin memakai Xfce, Linux Mint Xfce bisa jadi pilihan karena lebih ringan dari Debian Xfce.
Ada lagi Xfce yang perlu dihindari? Ada. Xubuntu 26.10. Xubuntu adalah Ubuntu flavor yang menggunakan Xfce. Kalau RAM komputer hanya 2 GB, sebaiknya hindari Xubuntu. Kalau 4 GB, bolehlah dipasang. Pada tampilan awal desktop, Xubuntu sudah menyedot memori komputer hingga 1,2 GB. Dan kalau komputer Anda memang benar-benar hanya punya RAM 2 GB, silakan berharap proses instalasi Xubuntu bisa selesai.***
Kemarin, 3 November 2026, Fedora 45 dirilis juga. Mundur 12 hari dari rencana semula untuk…
Debian Mate versus Linux Mint Mate. Keduanya sama-sama Linux. Dan keduanya sama-sama menggunakan Mate sebagai…
Memori atau RAM minimal 6 GB. Ini yang diperingatkan Canonical Ltd saat Anda hendak mendownload…
Tab browsing, membuka banyak tab di browser, sudah biasa. Bagaimana dengan Tab Windows? Kalau yang…
Laptop atau PC mestinya tak cuma dipakai untuk kerja, membuat desain, ketak-ketik ini-itu, atau browsing…
Pengembang Linux Mint sudah memutuskan akan merilis Linux Mint versi terbaru di musim libur Natal…