Bloodshot — Menghidupkan Kembali Vin Diesel sebagai Robot

  • Post category:Film
You are currently viewing Bloodshot — Menghidupkan Kembali Vin Diesel sebagai Robot

Vin Diesel alias Dominic Toretto meninggal dunia. Istrinya juga. Tapi cuma dalam film. Di film yang satu ini, Bloodshot, yang beredar di Indonesia bulan lalu: Mei 2020. Di Amerika, Bloodshot diputar Maret 2020. Sayangnya, bulan itu Covid-19 makin merajalela dan bioskop mulai menutup pintu. Walhasil, 2 minggu setelah beredar, Sonny Pictures –sebagai distributor dan induk dari studio yang memproduksinya, Columbia Pictures– langsung merilisnya di berbagai penyedia layanan video on demand (VOD), baik lewat tv kabel maupun tv online. So, tak usah heran kalau Anda bisa menemukan Bloodshot berkualitas tinggi di berbagai bioskop online yang bertebaran di dunia maya.

Dalam film ini, Vin Diesel berperan sebagai Ray Garrison. Kalau tadi disinggung nama Dominic Toretto, itu sekedar mengingatkan sosoknya di seri film Fast and Furious. Ray Garrison adalah marinir AS yang tangguh. Film dibuka dengan Ray dan kawan-kawan menjalankan operasi penyelamatan di Mombasa, Kenya. Para penyandera dihabisi. Misi sukses. Ray pun pulang ke AS dan disambut hangat istrinya. Keduanya kemudian liburan ke Amalfi Coast, Italia. Baru liburan sebentar, sekelompok orang bersenjata mendatangi kamar hotel dan berhasil melumpuhkan Ray. Ray dan istrinya disekap. Para penyekap minta diberitahu siapa yang menyuruh Ray beraksi di Mombasa. Ray bersikeras tak tahu. Istrinya dieksekusi. Ray menyusul kemudian. Keduanya almarhum.

Berkat kemajuan teknologi, jasad Ray bisa dihidupkan kembali. Yang menghidupkan adalah Rising Spirit Tech (RST), perusahaan swasta yang biasa membuat kaki dan tangan palsu untuk tentara AS yang cacat. Kaki dan tangan palsu buatannya serba canggih dan robotik. Ray adalah hasil eksperimen pertama yang sukses dalam upaya menghidupkan kembali tentara yang tewas. Dan tak sekedar hidup, Ray juga menjadi manusia super. Tenaganya super kuat. Otaknya super cerdas karena terkoneksi ke internet dan berbagai pangkalan data. Dan yang paling penting, dan menjadi intinya, Ray bisa cepat pulih jika terluka. Itu berkat darah yang mengandung jutaan nano-robot yang diinjeksikan ke tubuhnya (bloodshot).

Bloodhost - Vin Diesel

Pimpinan RST, Dr Emil Harting (Guy Pearce), memperkenalkan mantan militer AS lain yang juga jadi ”normal” kembali berkat teknologi RST. Ada si cantik KT (Eiza González), mantan perenang marinir yang paru-parunya rusak karena zat kimia di Suriah. Ia sekarang bernafas dengan paru-paru buatan. Ada pula Marcus Tibbs (Alex Hernandez), mantan sniper angkatan darat yang matanya terkena bom di Irak dan sekarang memakai mata robotik. Dan ada Jimmy Dalton (Sam Heughan), mantan Navy Seal yang harus pakai kaki bionik karena kedua kakinya hancur saat ikut menggerebek Osama bin Laden di Afghanistan. ”Jadi ini perkumpulan ‘warrior cacat,” bilang Ray. Bukan, sahut Harting. Warrior yang dipercanggih.

Meski terkesan hebat, ada satu hal fatal yang tak disuka Ray. Ingatan masa lalunya hilang. Ia bahkan tak ingat namanya sendiri. Tentang itu, Harting bilang, ”Kau tak perlu punya sejarah untuk memiliki masa depan. Ray pun mencoba membiasakan diri dengan hidup barunya sebagai manusia super. Dengan tenaga yang kuat, ia bisa meninju bolong sansak. Mengantam pilar beton hingga hampir patah. Mengangkat beban berat dengan santai. Hingga akhirnya ia mencoba menikmati hidup dengan minum minuman keras. Baru seteguk, mendadak memori saat ia dan istrinya dihabisi muncul kembali. Ia jadi ingat orang yang membunuhnya: Martin Axe (Toby Kebbell).

Bloodhost - Vin Diesel

Terkoneksi dengan internet, pangkalan data, dan juga satelit mata-mata, otak Ray langsung bisa melacak keberadaan Axe di Budapest, Hongaria. Ray pun kabur dari markas RST dan terbang ke Hongaria dengan pesawat jet pribadi. Tak pernah menerbangkan pesawat, otaknya otomatis membaca manual cara menerbangkan pesawat. Ray mencegat Axe dan kawanannya di jalan terowongan di Budapest. Mendapat perlawanan sengit dari bodyguard Axe, Ray harus mengeluarkan kekuatan supernya secara penuh, yang ditandai dengan memancarnya sinar warna merah dari dalam dada. Ray berhasil balas dendam ke Axe. Ia pun pulang, dijemput, dan direparasi.

Dalam proses reparasi atau pemulihan itu, kenangan peristiwa di Amalfi Coast muncul lagi. Tapi kali ini pelakunya bukan Axe. Yang muncul adalah sosok Nick Baris, pengusaha yang jadi pesaing Harting di bisnis militer. Ray pun berangkat untuk membunuh Baris. Tapi Baris bukan lawan yang enteng. Ia mempekerjakan pakar komputer yang software open-source buatannya dipakai untuk membuat Ray. Walhasil kedatangan Ray bisa terdeteksi, meski Ray akhirnya bisa juga menghabisi Baris. Tak mau ikut jadi korban, pakar komputer yang anak buah Baris, Wilfred Wigans (Lamorne Morris), meledakkan bom EMP (electro magnecit pulse). Sebagai ”barang elektronik”, Ray pun rusak.

Wigan kemudian memperbaiki Ray. Ia menemukan memori atau ingatan palsu yang ditanamkan Harting untuk menghabisi para pesang bisnis. Setelah hidup kembali, Ray jadi ingat kalau istrinya, Gina (Talulah Riley), tidak tewas di Italia. Wigans membantu melacak keberadaannya. Ray pun datang ke rumah Gina. Tapi Gina ternyata sudah menikah lagi dengan orang lain, setelah mereka tak bertemu lagi 5 tahun yang lalu. Tak sempat berlama-lama kecewa, Ray diringkus Tibbs dan Dalton dan dibawa ke markas RST untuk diprogram ulang.

Bloodhost - Vin Diesel

KT yang jengah dengan ulah Hartings memprogram ulang ingatan orang jadi marah. Ia membelot dan minta tolong Wigans membebaskan Ray dan menghancurkan RST. Wigans setuju dan langsung menyabotase komputer RTS. Ray bebas, tapi Tibss dan Dalton menghadang. Perkelahian di lift kaca gedung tinggi markas RST berlangsung seru. Ray menang. Mencoba kabur, Hartings dikejar Ray. Hartings menembakkan granat. Ray hancur, tapi darah nano-robot bisa menyatukan dirinya. Hanya saja baterai Ray jadi melemah. Hartings menembakkan granat ke-dua. Ray masih bisa menangkapnya, terus mendekati Hartings, dan melepaskan granat dari genggamannya. Keduanya ditelan debu dan asap ledakan granat.

Hartings tamat. Raya bisa dihidupkan kembali oleh Wigans dan KT. Ingatannya tak sempurna, tapi masih oke. Film diakhiri dengan Ray memfrasekan ulang ucapan Hartings, ”Tak perlu masa lalu untuk melangkah ke masa depan.”***


Film Credits

Pemeran : Vin Diesel, Eiza González, Guy Pearce, Sam Heughan, Lamorne Morris
Sutradara : David SF Wilson
Studio : Columbia Pictures
Tahun : Maret 2020 (AS), Mei 2020 (Indonesia)
Genre : Aksi, Fiksi Ilmiah
Durasi : 109 menit (1 jam 49 menit)