PT Tunas Baru Lampung Tbk berdiri tahun 1973 dan baru operasional tahun 1975. Bidang usaha yang diterjuni perusahaan yang tergabung dalam Sungai Budi Group ini adalah produksi gula, minyak goreng, mentega, minyak biodiesel, stearine, minyak sawit, minyak inti sawit, serta produk turunan lain seperti sabun cream dan sabun cuci. Perusahaan ini go public pada 14 Februari 2000 dengan kode saham TBLA. Hari ini, 13 April 2026, harga saham TBLA diperdagangkan di bursa efek di kisaran harga Rp 690,-. Saat penawaran perdana (IPO), harga sahamnya Rp 2,200,-.
Untuk menggerakkan bisnisnya, PT Tunas Baru Lampung Tbk menggunakan bahan baku dari perkebunan tebu dan sawit milik sendiri dan perkebunan sawit plasma. Hingga akhir 2024, perusahaan ini mengelola areal seluas 79 ribu hektar untuk perkebunan kelapa sawit dan tebu. Rinciannya, area tanaman sawit yang sudah menghasilkan seluas 55 ribu hektar; area tanaman belum menghasilkan seluas sebesar 10 ribu; dan 14 ribu hektar tanaman tebu. Lokasi perkebunan berada di Lampung (50 ribu hektar), Sumatera Selatan (Palembang, 40 ribu hektar), dan Kalimantan Barat (Pontianak, 20 ribu hektar). Untuk memproses bahan baku tadi, PT Tunas Baru Lampung Tbk memiliki 6 pabrik kelapa sawit (CPO mill), 2 pabrik pengolahan kernel, 4 pabrik minyak goreng, 2 pabrik biodiesel, 1 pabrik gula, 1 pabrik gula rafinasi, 1 pabrik rafinasi gliserin, 1 pabrik reesterifikasi PFAD, dan 1 pabrik margarine.
Pemasaran produk PT Tunas Baru Lampung Tbk mendayagunakan jaringan pemasaran Sungai Budi Group. Kelompok usaha ini memiliki 21 kantor 21 kantor pemasaran, 500 armada truk, gudang-gudang di kota-kota besar, dan jaringan lebih dari 48.000 toko. Untuk pemasaran luar negeri, perusahaan ini mengekspor minyak kelapa, stearine, minyak kernel, dan minyak sawit ke India, Korea, Malaysia, Nigeria, dan China. 1
Kinerja bisnis PT Tunas Baru Lampung Tbk sedang cerah. Setidaknya ini yang terbaca pada laporan tahun 2024. Data terbaru, laporan tahunan 2025 dan laporan keuangan Desember 2025, masih belum tersedia. Pada 2024, perusahaan ini berhasil mengantongi pendapatan sebesar pendapatan Rp 17,4 triliun, atau naik 13,7% dibandingkan penjualan 2023 yang Rp 15,3 triliun. Kenaikan nilai penjualan, meski volume penjualan produk sawit menurun 4,4 persen, disebabkan oleh kenaikan harga jual produk sawit sebesar 12,9 persen. Kenaikan juga disebabkan oleh harga produk dan volume penjualan gula yang naik 20,9% dan 2,4%. Adapun rasio penjualan ekspor versus penjualan lokal adalah 6% : 94%.
Seiring pendapatan yang naik, laba bersih PT Tunas Baru Lampung Tbk juga mengalami kenaikan 14,6 persen, dari Rp 612 miliar pada tahun 2023 menjadi Rp 701 miliar di tahun 2024.
Dari sisi produksi, produksi tandan buah segar (TBS) inti dan plasma mengalami penurunan sebesar 9,6% atau 75 ribu ton, dari sebesar 785 ribu ton di 2023 menjadi 710 ribu ton di tahun 2024. Penurunan ini berdampak pada produksi CPO, yang juga menurun 19,2% dari 316 ribu ton di tahun 2023 menjadi 255 ribu ton di tahun 2024.
Produksi yang mengalami peningkatan adalah produksi biodiesel dan gula. Produk diesel naik 5,1% dari 365 ribu kiloliter di tahun 2023 menjadi 384 ribu kilo liter di tahun 2024. Produksi gula naik 10,6 % dari 235 ribu ton di tahun 2023 menjadi 260 ribu ton di tahun 2024. 2
| 2024 | 2023 | |
| Pendapatan Usaha | 17.410.560 | 15.317.617 |
| Beban Pokok Penjualan | 14.408.758 | 12.396.300 |
| Laba Kotor | 3.001.802 | 2.921.317 |
| Beban Penjualan | (378.811) | (423.935) |
| Beban Umum dan Administrasi | (617.246) | (618.902) |
| Beban bunga dan beban keuangan lainnya | (1.198.518) | (1.190.689) |
| Kerugian selisih kurs mata uang asing – bersih | (43.379) | (14.413) |
| Pendapatan bunga | 6.966 | 5.772 |
| Laba perubahan nilai wajar aset biologis | 33.408 | 18.151 |
| Pendapatan lain-lain – bersih | 99.738 | 88.572 |
| Laba Sebelum Pajak | 903.960 | 785.873 |
| Beban Pajak Penghasilan | 202.940 | 173.655 |
| Laba Bersih Tahun Berjalan | 701.020 | 612.218 |
Angka dalam Juta Rupiah
Sumber : Laporan Tahunan TBLA 2024
| Produk | Persentase Kontribusi |
| Gula | 39 |
| Biodiesel | 26 |
| Minyak Goreng | 21 |
| Stearine | 3 |
| Minyak Inti Sawit (PKO) | 3 |
| Mentega | 2 |
| Asam Lemak Kelapa Sawit (PFAD) | 2 |
| Glycerin | 1 |
| Minyak Inti Sawit (CPO) | 1 |
| Bungkil Sawit | 1 |
| Tetes Tebu | 1 |
Perusahaan yang jadi induk PT Tunas Baru Lampung Tbk adalah PT Sungai Budi dan PT Budi Delta Swakarya. Adapun pemegang saham akhir adalah Widarto dan Santoso Winata. Kedua sosok terakhir ini tak lain adalah sang presiden direktur dan presiden komisaris PT Tunas Baru Lampung Tbk.
| Pemegang Saham | Persentase Kepemilikan |
| PT Sungai Budi | 26,56 |
| PT Budi Delta Swakarya | 32,77 |
| Widarto | 0,04 |
| Santoso Winata | 0,04 |
| Masyarakat | 40,59 |
| Nama Perusahaan | Bidang Usaha | Tahun Operasional | Persentase Kepemilikan | Aset 2024 |
| PT Bumi Sentosa Abadi | Perkebunan kelapa sawit dan tebu | 1996 | 99,97 | 125.660 |
| PT Bangun Nusa Indah Lampung | Perkebunan tebu | 1997 | 99,99 | 1.013.687 |
| PT Budi Dwiyasa Perkasa | Perkebunan kelapa sawit | 1999 | 99,99 | 621.932 |
| PT Adikarya Gemilang | Perkebunan kelapa sawit dan tebu, serta pabrik gula | 1999 | 99,80 | 7.086.305 |
| PT Bangun Tatalampung Asri | Perkebunan kelapa sawit | 2000 | 99,71 | 790.755 |
| PT Budinusa Ciptawahana | Perkebunan kelapa sawit | 2002 | 99,90 | 244.167 |
| PT Agro Bumi Mas | Pengolahan minyak sawit | 2003 | 99,90 | 229.542 |
| PT Bumi Perkasa Gemilang | Perkebunan kelapa sawit | 2007 | 85,00 | 1.155.936 |
| PT Solusi Jaya Perkasa | Perkebunan kelapa sawit | 2013 | 99,90 | 169.184 |
| PT Samora Usaha Jaya | Perkebunan kelapa sawit | 2020 | 99,23 | 2.569.319 |
| PT Budi Dermaga Perkasa | Dermaga | Belum beroperasi | 99,90 | 21.497 |
| TBLA International Pte Ltd | Holding | 2018 | 100,00 | 2.004.590 |
Nilai aset dalam juta rupiah
Sumber : Laporan Tahunan TBLA 2024
Presiden Komisaris : Santoso Winata
Komisaris : Oey Albert
Komisaris Independen: Justinus Aditya
Presiden Direktur : Widarto
Wakil Presiden Direktur : Sudarmo Tasmin
Direktur : Djunaidi Nur
Direktur : Oey Alfred
Direktur : Murugaiah Periasamy
Direktur : Ravindran Veerasamy
Direktur : Jason Indrian Winata
Direktur : Sugandhi
Wisma Budi, Lt. 8-9
Jl. HR Rasuna Said Kav C-6
Jakarta Selatan – 12940
DKI Jakarta
Tel : 021-5213383/84
Fax : 021-5213332
Website : www.tunasbarulampung.com
Djunaidi Nur, pria kelahiran Jakarta tahun 1952, menjabat sebagai salah satu Direktur PT Budi Starch…
Basuki Prawono Winata, pria kelahiran Teluk Betung tahun 1966, bergabung di Sungai Budi Group sejak…
Tan Anthony Sudirjo, pria kelahiran Jakarta tahun 1956, menjabat sebagai Direktur Independen PT Budi Starch…
Jason Indrian Winata, pria kelahiran Jakarta tahun 1988, diangkat menjadi salah satu Direktur PT Budi…
Oey Albert, pria kelahiran Teluk Betung tahun 1974, bergabung di Sungai Budi Group tahun 1998.…