Exchange

PT Mega Akses Persada

PT Mega Akses Persada (MAP) berdiri tahun 2014 sebagai perusahaan penyedia akses internet via serat optik untuk pelanggan korporasi dan rumah tangga, dengan menggunakan teknologi Fiber to the x (FTTX: home, building, node, cabinet dan lainnya). Nama yang dipakai untuk layanan serat optik ini adalah FiberStar.

Pada 2015 perusahaan ini diakuisisi oleh PT Indoritel Persada Nusantara, anak perusahaan PT Indoritel Makmur Internasional Tbk. Pemilik lain perusahaan ini adalah PT Mega Akses Perkasa. 1

PT Mega Akses Persada menjadi penyedia infrastruktur teknologi bagi Indomaret, yang perusahaan pemiliknya, PT Indomarco Prismatama, 40 persen sahamnya telah diakuisisi oleh PT Indoritel Persada Nusantara.

Pada tanggal 12 Mei 2016, PT Mega Akses Persada dan PT Hutchison 3 Indonesia (H3I) menandatangani perjanjian indefeasible right to use (IRU). Berdasarkan perjanjian ini, MAP membayar di muka sebesar Rp 32.500.000.000 untuk memperoleh hak eksklusif, tidak terbatas dan tidak bisa dibatalkan untuk menggunakan kapasitas dari jaringan fiber optik tertentu yang dimiliki dan dioperasikan oleh H3I. Jangka waktu sewa IRU adalah 15 tahun.

FiberStar

Jangkauan jaringan FiberStar di akhir tahun 2016 mencapai 61 Kota/Kabupaten di 11 provinsi, meningkat 165,22% dibandingkan cakupan tahun 2015 yang hanya mencapai 23 Kota/Kabupaten di 10 provinsi. Jumlah homepass sebagai salah satu indikator utama penyedia layanan FTTx juga meningkat sebesar 314% menjadi 90.477 homepass. Panjang gelaran kabel serat optik yang diselesaikan pada tahun 2016 sebesar 3.694 km, meningkat 416% dari gelaran kabel serat optik pada tahun 2015. Salah satu kontributor terbesar dari peningkatan gelaran kabel serat optik adalah dengan telah dirampungkannya jaringan kabel serat optik Jakarta – Surabaya – Denpasar sepanjang 1.650 km yang menjadi tulang punggung jaringan FiberStar di sepanjang jalur utara Pulau Jawa hingga Pulau Bali.

Hingga akhir tahun 2016, MAP telah memiliki 3.994 pelanggan, meningkat 162% dari jumlah pelanggan di tahun 2015. Proporsi pelanggan tersebut terdiri dari 86% pelanggan residensial dan 14% pelanggan korporasi. MAP membukukan Average Monthly Revenue per User (ARPU) di tahun 2016 sebesar Rp 441 ribu untuk layanan residensial dan Rp 1,3 juta untuk layanan korporasi.

Dalam memperluas jaringan optiknya, MAP telah menjalin kerjasama dengan berbagai kawasan komersial dan hunian seperti Ciputra Group, Gamaland, The Dharmawangsa, Hermes Medan dan Ristia Group. Selain dari itu pada November 2016, chunghwa telecom menggandeng map dalam memenuhi kebutuhan konsumennya di Indonesia akan Ethernet Private Line.

Kantor Pusat

Menara Kadin, Lantai 6
Jl. HR Rasuna Said X5 Kav. 2-3
Jakarta Selatan
DKI Jakarta – 12950

 


Referensi

  1. Laporan Tahunan PT Indoritel Makmur Internasional Tbk 2016[]
Published by
Bisnis
Tags: Internet

Recent Posts

Retina Rosabai

Retina Rosabai diangkat sebagai Direktur dan Group Chief Financial Officer PT Indika Energy Tbk sejak…

Sabtu, 4 April 2026

Kamen Kamenov Palatov

Berkewarganegaraan Bulgaria, Kamen Kamenov Palatov menjabat sebagai Direktur dan Group Chief Portfolio Officer PT Indika…

Sabtu, 4 April 2026

Farid Harianto

Berusia 75 tahun, Farid Harianto menjabat sebagai Komisaris Independen PT Indika Energy Tbk sejak April…

Sabtu, 4 April 2026

Agus Lasmono

Agus Lasmono menjadi Komisaris Utama PT Indika Energy Tbk sejak Januari 2017, atau sudah 4…

Sabtu, 4 April 2026

PT Integrasi Jaringan Ekosistem

PT Integrasi Jaringan Ekosistem adalah anak perusahaan PT Jaringan Infra Andalan, dengan kepemilikan sebesar 50,85…

Sabtu, 4 April 2026

Hermansjah Haryono

Hermansjah Haryono menjabat sebagai Komisaris Utama PT Solusi Sinergi Digital Tbk sejak 2024. Pria kelahiran…

Sabtu, 4 April 2026