PT Integrasi Jaringan Ekosistem adalah anak perusahaan PT Jaringan Infra Andalan, dengan kepemilikan sebesar 50,85 persen. Saham sisanya dimiliki oleh NTT e-Asia Pte Ltd. Perusahaan asing yang terakhir ini bisa masuk karena PT Integrasi Jaringan Ekosistem, pada Juni 2025, meningkat modal dasar perusahaan dari Rp 800 miliar menjadi Rp 5,59 triliun. Di masa sebelumnya, kepemilikan PT Jaringan Infra Andalan mencapai 99,7 persen. Per Desember 2025, PT Integrasi Jaringan Ekosistem memiliki aset senilai Rp 6.65 triliun. 1
Nama PT Integrasi Jaringan Ekosistem, atau bisa disebut WEAVE, amat sering disebut-sebut dalam laporan tahunan PT Solusi Sinergi Digital Tbk, yang tak lain adalah pemilik 99,99 saham PT Jaringan Infra Andalan. Perusahaan ini seolah menjadi tulang punggung utama buyutnya. Ini karena PT Integrasi Jaringan Ekosistem memiliki jaringan serat optik yang membentang sepanjang 6.937 km, yang sebagian teramat besar digelar di jalur kereta api milik PT Kereta Api Indonesia (persero) di Pulau Jawa. Jaringan serat optik yang dibangun sejak 2019 ini juga mencakup serat optik yang digelar di jalan tol dan jalan raya Pulau Jawa. 2
Pada tahun 2024, PT Integrasi Jaringan Ekosistem berhasil merampungkan pembangunan 200 Ribu Homepass untuk Viberlink (ISP- Internet Service Provider). Kesepakatan pembangunan jaringan serupa juga telah ditandatangani dengan 50 ISP lainnya. Viberlink, seperti yang bisa terbaca di websitenya, merupakan brand layanan akses internet milik PT Telemedia Komunikasi Pratama. Perusahaan ini juga menghadirkan Internet Rakyat, layanan broadband wireless akses (BWA) yang menggunakan frekuensi radio 1,4 GHz (kalau Wifi memakan frekuensi 2,4 GHz). Berbagai sumber berita menyebut PT Telemedia Komunikasi Pratama sebagai anak perusahaan PT Solusi Sinergi Digital Tbk. 3. Sejatinya, perusahaan ini merupakan anak perusahaan PT Dharma Sinar Semesta, yang tak lain adalah anak dari PT Investasi Jaringan Nusantara. Perusahaan yang terakhir ini, seperti halnya PT Integrasi Jaringan Ekosistem, merupakan anak dari PT Jaringan Infra Andalan. 1
| Pemegang Saham | Persentase Kepemilikan |
| PT Jaringan Infra Andalan | 50,85 |
| NTT e-Asia Pte Ltd | 49,15 |
Komisaris Utama : Yune Marketatmo
Direktur Utama : Hermansjah Haryono
Retina Rosabai diangkat sebagai Direktur dan Group Chief Financial Officer PT Indika Energy Tbk sejak…
Berkewarganegaraan Bulgaria, Kamen Kamenov Palatov menjabat sebagai Direktur dan Group Chief Portfolio Officer PT Indika…
Berusia 75 tahun, Farid Harianto menjabat sebagai Komisaris Independen PT Indika Energy Tbk sejak April…
Agus Lasmono menjadi Komisaris Utama PT Indika Energy Tbk sejak Januari 2017, atau sudah 4…
Hermansjah Haryono menjabat sebagai Komisaris Utama PT Solusi Sinergi Digital Tbk sejak 2024. Pria kelahiran…
Lahir di Klaten, 19 Juni 1969, Yune Marketatmo menjabat sebagai Direktur Utama PT Solusi Sinergi…