PT Adikarya Gemilang
PT Adikarya Gemilang bergerak di bisnis perkebunan kelapa sawit, perkebunan tebu, serta pabrik gula. Didirikan di Jakarta sejak 1995, tapi baru mulai beroperasi tahun 1999, 99,80 persen saham perusahaan ini miliki oleh PT Tunas Baru Lampung Tbk. Sisa saham yang 0,2 persen dimiliki oleh Widarto, Presiden Direktur PT Tunas Baru Lampung Tbk, dan Santoso Winata, Presiden Komisaris PT Tunas Baru Lampung Tbk. Aset PT Adikarya Gemilang mengalami kenaikan di tahun 2024 menjadi Rp 7,1 triliun, dari tahun 2023 yang 6.8 triliun. 1
Pada tahun 2014, PT Adikarya Gemilang membangun pabrik gula dengan nilai investasi Rp 1,2 triliun. Perusahan yang dipercaya jadi kontraktor utamanya adalah Sharkara International (FZC), anak perusahaan Sutech Engineering Co Ltd, Thailand. Untuk pekerjaannya sebagai kontraktor utama, Shankara International mengantongi kontrak senila Rp 420 miliar. Sisa dana investasi yang Rp 816 miliar akan diberikan ke kontraktor lain yang mengerjakan bagian lain dari proyek. 2
Setahun kemudian, 2015, Presiden Direktur Sungai Budi Group Widarto kembali bicara soal pabrik milik PT Adikarya Gemilang. Katanya nilai investasinya mencapai Rp 3 triliun. Kok beda? Tidak juga. Nilai investasi untuk pabrik gula tetap Rp 1,3 triliun. Sisanya yang Rp 1,7 triliun untuk investasi kebun tebu sebagai sumber bahan baku. Kebun tebu yang disiapkan luasnya mencapai 20 ribu hektar dan 9 ribu hektar di antaranya sudah ditanami. 3
Pabrik gula kristal putih yang akan dibangun itu, yang berlokasi di Kecamatan Terbanggi Besar, Lampung Tengah, kata Widarto, akan memiliki kapasitas giling 8000 ton tebu per hari. Targetnya pabrik bisa menggiling hingga 180 ribu ton tebu per tahun. Pabrik yang sempat dikunjungi Menteri Pertanian Amran Sulaiman pada November 2015, saat belum selesai, diharapkan sudah rampung dan bisa berproduksi pada tahun 2016. 4 Pabrik ini akhirnya beroperasi mulai 2017.
Empat tahun sebelumnya, 2011, PT Adikarya Gemilang juga menginvestasikan Rp 482,3 miliar untuk membangun pabrik gula rafinasi berkapasitas produksi 600 ton/hari di Way Lunik, Bandar Lampung. 5 Pabrik gula rafinasi beroperasi mulai tahun 2012.
Usaha gula kini jadi penyumbang terbesar (39 persen) pendapatan sang induk, PT Tunas Baru Lampung Tbk, yang pendapatan tahun 2024-nya mencapai Rp 17,4 triliun. 1
Kantor Pusat
Wisma Budi, Lt 8-9
JL. HR Rasuna Said Lot C-6
Jakarta Selatan – 12940
DKI Jakarta
Pabrik Gula
Desa Terbanggi Besar,
Kecamatan Terbanggi Besar,
Kabupaten Lampung Tengah
Lampung
Tel : 0815-41400079
Pabrik Gula Rafinasi
Jl. Yos Sudarso No.29
Kawasan Industri Way Lunik
Way Lunik
Bandar Lampung
Lampung
Tel : 0721 – 31243
Referensi
- PT Tunas Baru Lampung Tbk — Laporan Tahunan 2024[↩][↩]
- Investor, 11 Juli 2014, Tunas Baru Lampung Bangun Pabrik Rp 1,2 Triliun[↩]
- Liputan 6, 28 Juni 2015 — Perusahaan Ini Siapkan Rp 3 Triliun Bangun Pabrik Gula[↩]
- Detik Finance, 12 November 2015 — Blusukan ke Pabrik Gula, Mentan Cerita Sulitnya Bebaskan Lahan[↩]
- Bisnis.com, 25 Oktober 2011 — Tunas Baru Lampung ekspansi produksi gula[↩]






