Explore

Pasar LNG Indonesia Lampaui 5,9 Juta Ton pada 2025

Dublin, Business Wire — Pasar LNG Indonesia diproyeksikan naik terus dan bakal melampaui angka 5,9 juta ton (MMT) pada 2025. Untuk memenuhi kebutuhan itu, Indonesia dipastikan akan lebih banyak mengimpor LNG dari luar negeri. Saat ini pun, berbagai kilang LNG yang ada satu demi satu dikonversikan menjadi terminal regasifikasi untuk mengolah LNG impor. Negara yang mengekspor LNG-nya ke Indonesia antara lain Australia, AS, Malaysia, dan Papua Nugini.

Membesarnya pasar LNG juga disebabkan terus meningkatnya kebutuhan LNG dari berbagai sektor industri. Kalangan industri memilih LNG karena harganya lebih murah dari energi alternatifnya. Harga yang murah ini semakin seksi karena karena harga LNG di pasar dunia saat ini juga terus menurun, ungkap Research and Markets, perusahaan riset pasar dalam rilisnya di Business Wire (15/2/).

LNG atau Liquefide Naturas Gas merupakan gas alam (yang didominasi metana/CH4) yang dikonversi menjadi zat cair lewat prodes liquefaksi. Mata rantai LNG dimulai dari explorasi, produksi gas alam (termasuk pemrosesan), pengiriman gas alam ke kilang LNG, dan akhirnya pemuatan LNG ke kapal LNG untuk dikirim ke tempat tujuan (kilang regasifikasi). Di tempat terakhir ini gas cair disulap kembali menjadi gas sungguhan yang siap dikirim ke konsumen akhir.

Produksi gas alam Indonesia terus menunjukkan penurunan rata-rata 2,6 persen sepanjang periode 2010-2015, akibat semakin tuanya lapangan gas di tanah air. Hal ini berdampak pada semakin rendahnya suplai LNG ke pasar LNG di Indonesia. Sementara itu, kebutuhan LNG justru meningkat pada periode yang sama karena naiknya permintaan dari berbagai sektor industri, terutama dari sektor pembangkit listrik. *** bw ***

Published by
Bisnis
Tags: PGN

Recent Posts

Retina Rosabai

Retina Rosabai diangkat sebagai Direktur dan Group Chief Financial Officer PT Indika Energy Tbk sejak…

Sabtu, 4 April 2026

Kamen Kamenov Palatov

Berkewarganegaraan Bulgaria, Kamen Kamenov Palatov menjabat sebagai Direktur dan Group Chief Portfolio Officer PT Indika…

Sabtu, 4 April 2026

Farid Harianto

Berusia 75 tahun, Farid Harianto menjabat sebagai Komisaris Independen PT Indika Energy Tbk sejak April…

Sabtu, 4 April 2026

Agus Lasmono

Agus Lasmono menjadi Komisaris Utama PT Indika Energy Tbk sejak Januari 2017, atau sudah 4…

Sabtu, 4 April 2026

PT Integrasi Jaringan Ekosistem

PT Integrasi Jaringan Ekosistem adalah anak perusahaan PT Jaringan Infra Andalan, dengan kepemilikan sebesar 50,85…

Sabtu, 4 April 2026

Hermansjah Haryono

Hermansjah Haryono menjabat sebagai Komisaris Utama PT Solusi Sinergi Digital Tbk sejak 2024. Pria kelahiran…

Sabtu, 4 April 2026