PT Matahari Putra Prima Tbk

PT Matahari Putra Prima Tbk berdiri pada 11 Maret 1986. Usaha yang dijalankannya adalah jaringan toko swalayan yang menyediakan berbagai barang kebutuhan sehari-hari dan barang elektronik. Entitas Induk langsung perusahaan adalah PT Multipolar Tbk, yang merupakan pemegang saham mayoritas. Entitas Induk Terakhir perusahaan adalah PT Inti Anugerah Pratama yang dimiliki Keluarga Riady. Perusahaan ini go publik di Bursa Efek Jakarta pada 21 Desember 1992. Sejak 2016, PT Matahari Putra Prima Tbk tidak membagikan dividen.1

Per Desember 2018, jumlah gerai ritel PT Matahari Putra Prima Tbk mencapai 219 gerai. Rinciannya: 107 gerai Hypermart, 24 gerai Foodmart (Foordmart Primo & Foodmart Fresh), 74 gerai Boston Health & Beauty, 12 gerai FMX, dan 2 gerai SmartClub. Tahun 2019 PT Matahari Putra Prima Tbk akan meluncurkan supermarket baru bernama Hyfresh. Adapun saat ini yang menjadi usaha ritel utamanya adalah Hypermart, menyumbang 77,0 pesen pendapatan di tahun 2018.

Penjualan bersih PT Matahari Putra Prima Tbk pada 2018 mencapai Rp 10,7 triliun, atau turun 14,9% dibanding tahun 2017 yang Rp Rp 12,6 triliun. Penurunan penjualan disebabkan berkurangnya keterlibatan dalam bisnis B2B dan karena kondisi umum pasar yang masih sulit. Adapun laba bruto tercatat sebesar Rp 1,5 triliun pada 2018, lebih tinggi dari laba bruto tahun 2017 yang Rp 1,0 triliun. Kenaikan laba disebabkan karena pengurangan bisnis B2B yang memiliki marjin rendah dan kebijakan harga baru yang diluncurkan pada 2018.

Meski laba bruto naik, PT Matahari Putra Prima Tbk masih menderita rugi pada tahun 2018. Ruginya sebesar Rp 929,4 miliar, atau turun 40,4 persen dari tahun sebelumnya yang Rp 1,5 triliun. Penurunan rugi usaha didorong oleh kenaikan laba bruto dan penurunan beban penjualan, umum dan administrasi.

Untuk menekan kerugian, PT Matahari Putra Prima Tbk sejak 2018 telah menghentikan usaha ritel B2B dan berfokus pada ritel langsung ke konsumen. Upaya menekan kerugian juga dilakukan dengan melakukan efisiensi karyawan, yang mengabitkan pengurangan jumlah karyawan dari 10.934 karyawan pada 2017 menjadi 9.495 orang pada 2018.

Investasi

31 Desember 2017 - melakukan investasi di PT Global Ecommerce Indonesia (d/h PT Gatra Investama Mulia) sebesar Rp 311 miliar, atau setara 10,08% persen saham. Perusahaan ini menjadi pemegang saham PT Solusi Ecommerce Global, pemilik dan pengelola Mataharimall.com. Karena pada 2018 perusahaan ini berganti fokus bisnis dari marketplace aneka produk menjadi marketplace produk fashion, PT Matahari Putra Prima Tbk memutuskan untuk mencatat nilai investasi menjadi kerugian.

Divestasi

September 2009 - Mengalihkan divisi Matahari Department Store kepada PT Pacific Utama Tbk, sesama perusahaan milik Lippo Group. Nilai pengalihan ditaksir sebesar Rp 425 miliar.2

30 Oktober 2009 - Nama PT Pacific Utama Tbk diubah menjadi PT Matahari Department Store Tbk 3 dan perusahaan ini menjadi salah satu anak perusahaan PT Matahari Putra Prima Tbk dengan kepemilikan 90,76 persen.4

1 April 2010 - Mendivestasi 90,76 persen saham PT Matahari Department Store Tbk dengan menjualnya seharga Rp 7,2 triliun kepada PT Meadow Indonesia.5 Perusahaan terakhir ini juga membeli 7,24 persen saham PT Matahari Department Store Tbk dari Pacific Asia Holding Limited seharga Rp 571,3 miliar. Totalnya, PT Meadow Indonesia membeli 98 persen saham PT Matahari Department Store Tbk seharga Rp 7,73 triliun.6

Bisnis

Hypermarket: Hypermart
Supermarket: Foodmart (Foodmart Primo dan Foodmart Fresh) dan Hyfresh
Small Format: Boston Health & Beauty dan FMX (Food Mart Xpress)
Wholesale: SmartClub

Data Gerai

Gerai201820172016
Hypermart107113115
Foodmart242526
Boston Health & Beauty74102109
FMX121546
SmartClub243
Total219259299

Pendapatan Usaha

Gerai
Kontribusi
(persen)
Penjualan Bersih
(miliar)
Hypermart77,08.226
Foodmart8,0859
Boston Health & Beauty0,779
FMX0,330
SmartClub & B2B14,01.498

Pemegang Saham

InvestorPersentase
PT Multipolar Tbk50,2
Prime Star Investment Pte Ltd18,6
Connery Asia Ltd14,3
Publik16,9

Anak Perusahaan

Kepemilikan Langsung

PT Matahari Super Ekonomi, tidak beroperasi.

Pimpinan Perusahaan

Susunan komisaris dan direksi berdasarkan hasil RUPS 29 April 2019:7

Komisaris

Presiden Komisaris Independen : John Bellis
Wakil Presiden Komisaris Independen : Roy Nicholas Mandey
Komisaris Independen : William Travis Saucer
Komisaris Independen : Chua Siang Hwee
Komisaris Independen : Niel Byron Nielson
Komisaris Independen : Liu Wai Ling
Komisaris : Rudy Ramawy
Komisaris : John Riady
Komisaris : Henry J Liando
Komisaris : Bunjamin J Mailool

Direksi

Presiden Direktur : Adrian Suherman
Direktur Independen : Fendi Santoso
Direktur : Andre Rumantir
Direktur : Widhayati Hendropurnomo

Management Team

Chief Executive Officer : Elliot James Dickson
Chief Financial Officer : Fendi Santoso
Director - Merchandising : Kyutae Park
Director - Human Capital : Ishak Kurniawan
Director - Supply Chain : Keith Dolling
Director - Information Technology : Iwan Goenadi
Director - Corporate Secretary & Public Affairs : Danny Kojongian
Head of Store Operation : Anto Suwartono

Kantor

Kantor Pusat

Gajah Mada Plaza, Lt. SG
Jl. Gajah Mada No. 19-26
Kelurahan Petojo Utara
Kecamatan Gambir
Jakarta Pusat - 10130

Kantor Operasional

Menara Matahari, Lt. 17 & 19
Jl. Boulevard Palem Raya No. 7
Lippo Karawaci
Kecamatan Karawaci
Kabupaten Tangerang - 15811
Banten

Tel: 021-5469333
Fax: 021-5475606

Website: www.mppa.co.id


Simak juga : PT Matahari Putra Prima Tbk - 2015

Perusahaan Perusahaan Publik Ritel Lippo Group
 Referensi 1: Laporan Tahunan PT Matahari Putra Prima Tbk 2018
2: Kontan, 30 September 2009 - MPPA Bakal Jual Aset Matahari Department Store
3: Laporan Tahunan PT Matahari Department Store Tbk 2018
4: Laporan Tahunan PT Matahari Putra Prima Tbk 2009
5: Laporan Tahunan PT Matahari Putra Prima Tbk 2010
6: Kompas, 3 April 2010 - Meadows Beli Saham Matahari
7: Siaran Pers PT Matahari Putra Prima Tbk, 29 April 2019, MPPA Memperkuat Dewan Komisaris dan Direksi

© 2019 - Cemplung.com